Saya Hamil! (Ich bin schwanger!)
Sungguh berita yang sangat mengejutkan: saya hamil! Pokoknya benar-benar tidak disangka. Sebelumnya saya sudah memeriksakan diri ke dokter kandungan pada tanggal 20 Maret lalu, dan hasilnya negatif, padahal saya sudah 2 bulan telat datang bulannya. Kemudian saya diberi obat (Gestakadin) untuk memperlancar menstruasi saya. Selama 6 hari saya minum obat tersebut, kemudian harus menunggu selama seminggu, karena begitu menurut anjuran dokter. Tunggu punya tunggu, lha kok tidak datang juga ya!? Makanya pada tanggal 4 April kemarin, saya memeriksakan diri kembali ke dokter kandungan.
Di ruang tunggu dokter, saya sudah deg-degan saja. Takut terjadi sesuatu dengan kandungan saya. Akhirnya tiba giliran saya untuk diperiksa. Dokter yang memeriksa sangat ramah. Hari itu kebetulan saya tidak didampingi oleh suami. Biasanya suami saya selalu mendampingi jika saya ke dokter kandungan. Sesungguhnya saya malas untuk berkonsentrasi mendengarkan penjelasan dokter dalam bahasa Jerman. Makanya saya selalu minta didampingi oleh suami, karena dia lebih mengerti bahasa ibunya sendiri
. Saya sendiri mengerti bahasa Jerman, namun terkadang mereka menggunakan beberapa istilah kedokteran yang tidak saya mengerti. Jika saya sendiri ke dokter, biasanya pernyataan dokter harus saya ulang berkali-kali (takut salah mengerti, hehehe….
).
Dan emang benar saja! Belum apa-apa si dokter sudah bertanya sesuatu yang agak susah dimengerti! Untung dokternya bertanya lagi dan kali ini langsung ditembak. Berikut kutipan percakan saya dan dokter (dikira-kira saja hehehe….)
Dokter (D): "Wie groß ist Ihre Kinderwunsch?" (Seberapa besar keinginan Anda untuk punya anak?).
Saya (S): "Ja, natürlich sehr groß, besonders in diesem Jahr!" (Tentu saja besar, terutama di tahun ini.)
D: "Sie haben es. Sie sind schwanger!" (Sudah ada bayinya, Anda hamil!)
S: "Echt, echt…. ich glaube es nicht!" (Serius, beneran nih!? Saya ngga percaya!)
D: "Ja, Sie sind schwanger. Moment, ich zeige es Ihnen." (Betul, Anda hami. Sebentar, saya tunjukkan kepada Anda)
Kemudian dokter memasukkan alat untuk melihat ke dalam rahim saya.
D: "Sehen sie es? Das ist Ihr Baby. (Bisa lihatkah Anda sekarang? Itu Bayi Anda)
S: "Ja, ich sehe mein Baby." (Ya, saya melihatnya.)
Lalu dibuatlah foto pertama untuk bayi saya (foto atas). Masih kecil sekali. Dokter pun memprediksikan kelahiran bayinya pada tanggal 26 November. Jika diitung, kemungkinan bayi saya sudah berusia 6 minggu. Wah, saya senang sekali. Hari itu juga, langsung diadakan pemeriksaan keseluruhan: Berat badan saya ditimbang, pengambilan darah, pengukuran tensi darah. Semuanya itu akan dimasukkan ke dalam "Mutterpass" (passport ibu). Mutterpass ini berisi segala informasi selama sang ibu mengandung. Jadi si dokter bisa mengontrol jika terjadi sesuatu pada sang ibu. Mutterpass ini pasti dimiliki semua ibu hamil di Jerman, tanpa Mutterpass maka kehamilan dinyatakan tidak sah. So, ngga bisa bohong deh! Bilang kita hamil, supaya minta cepet-cepet dikawinin hehehe….
Berita gembira ini, tentu saja segera saya laporkan kepada suami saya, keluarga saya di Indonesia, dan teman-teman saya di Jerman dan Indonesia. Mereka tentu saja sangat gembira juga mendengar kabar kehamilan saya. Lucunya pihak keluarga suami tidak segera diberitahu. Namun kita membuat semacam pengumuman. Foto pertama tersebut kita scan, kemudian kita hias dengan bantuan word. Isinya hanya singkat: Herzliche Glückwunsch! Hier ist das erste Foto von eurem Enkel/eurer Enkelin (Selamat! Ini adalah foto pertama dari cucu laki-laki/cucu perempuan kalian). Wah, waktu dikasih tahu mereka senang banget. Soalnya ini merupakan cucu pertama mereka.
Tentu saja, masih banyak yang harus dipersiapkan untuk bayi saya ini. Apalagi kemungkinan bayi saya harus turut serta dalam piala dunia 2006 ini di Jerman. Dengan perut besar, saya harus bekerja sebagai Volunteer di Kaiserlautern. Di bulan April ini saja kami harus berangkat ke Disneyland Paris. Kemudian di bulan Mei ini acara cukup padat juga: harus ke Hamburg, ke München, menyelesaikan banyak tugas. Sebulan harus bekerja jadi Volunteer di Kaiserlautern, lalu disusul dengan liburan ke Mesir. Jika suami saya diterima bekerja di Hamburg, maka kami harus mempersiapkan kepindahan kami ke sana. Wah, tak terbayangkan stress yang akan saya hadapi. Belum lagi, saya harus mempersiapkan ujian kelulusan saya.
I just can pray! Semoga kehamilan pertama ini lancar-lancar saja. Untungnya sampai saat ini saya tidak mengalami Übelkeit (muntah-muntah). Sepertinya bayi saya mengerti kondisi ibunya. Semoga tetap seperti itu ya Nak! Sekarang saya harus lebih hati-hati dengan makanan saja. Harus mulai menyusun menu untuk ibu hamil. Kebetulan saya menemukan buku memasak untuk ibu hamil di perpustakaan. Akan saya pergunakan dengan baik dan kalau sempat nanti akan saya publikasikan di blog juga.
